Metode Pembelajaran Debat

Metode Pembelajaran Debat | Debat adalah suatu metode atau cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa di sekolah. Debat biasanya dilakukan minimal oleh dua orang atau dua kelompok untuk mempertahankan pendapat masing-masing dengan opini masing-masing juga. Saat ini sudah banyak sekolah konvensional yang menerapkan metode pembelajaran debat, baik hanya untuk kebutuhan pembelajaran setiap mata pelajaran hingga mempersiapkan untuk sebuah ajang perlombaan.

Melatih Keaktifan Berbicara Siswa Dengan Penerapan Metode Pembelajaran Debat di Sekolah

Debat juga dilakukan bukan hanya di sekolah saja, namun juga digunakan dalam sebuah kepemimpinan perusahaan untuk mendapatkan sebuah voting atau keputusan akhir. Bukan hanya itu saja, bahkan dalam pemilihan umum Presiden RI dan Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu juga menggunakan metode debat. Hal ini tentu menguji banyak wawasan di antara pemimpin rakyat tersebut dan pandangannya untuk mengedepankan Indonesia. Selain itu, dengan adu argumen ini nantinya dapat memberikan pandangan kepada masyarakat untuk memilih siapa yang layak untuk dijadikan pemimpin.

Jika dilihat dari lokasi dan penerapannya di sekolah, debat dimanfaatkan oleh para guru di sekolah untuk menciptakan suasana belajar agar tidak terkesan monoton dan membosankan. Dengan metode pembelajaran seperti ini, siswa dituntut untuk aktif berbicara dan mempelajari materi untuk disampaikan ke depan banyak orang. Keterampilan ini mulai diterapkan oleh guru untuk membuat para siswanya di sekolah menjadi seorang yang tidak malu untuk mengutarakan pendapatnya.

Tentu dengan metode debat seperti ini, sangat mendukung mental dan kepercayadirian seorang siswa. Pintar dan berprestasi di kelas, bukan jaminan seseorang untuk dapat percaya diri lomba dengan menggunakan bahasa verbal dalam mengkritisi sesuatu. Jadi, debat dapat dijadikan solusi pembelajaran di sekolah untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.

Artikel Terkait  Model Ulangan Harian Kreatif "Boleh Pakai Otak atau Otot"

Bahasa yang mayoritas digunakan dalam debat adalah Bahasa Indonesia. Namun tidak menutup kemungkinan jika terdapat sekolah yang sudah menggunakan Bahasa Inggris untuk pembelajaran setiap harinya, debat pun juga akan menggunakan Bahasa Inggris. Hal ini bukan hanya untuk melatih penalaran dari siswa, namun juga melatih kemampuan berdialog dan penguasaan vocabulary serta grammar.

Metode debat di kelas dapat memanfaatkan materi ajar sebuah mata pelajaran tertentu untuk mengkritisi sebuah studi kasus tertentu. Penerapannya dapat dilakukan secara individu dan berkelompok. Jika dilakukan dengan individu lawan individu, debat hanya sebatas saling mempertahankan argumentasi masing-masing. Namun berbeda jika dilakukan secara kelompok, ada pembagian tugas masing-masing anggota kelompok, seperti halnya penyampai materi; notulen atau pencatat; dan pembuat kesimpulan. Anggota kelompok biasanya minimal 3 orang, tentunya harus ada seorang moderator yang menjembatani dua kelompok ini untuk memulai debat. Jika dilakukan  di sekolah, guru yang menjadi moderator jalannya debat.

Guru yang menjadi moderator dari dua kelompok tersebut akan menyampaikan topik materi atau sebuah studi kasus tertentu untuk menjadi materi utama. Dalam sebuah kelompok dapat dilakukan secara bergantian, seorang notulen dapat menjadi seorang penyampai materi begitupun sebaliknya. Metode pembelajaran ini selain melatih siswa untuk berbicara dan menyampaikan argumentasinya, juga dapat digunakan sebagai solusi melatih siswa untuk bekerjasama satu dengan yang lain.

Setiap guru memiliki cara masing-masing untuk menciptakan suasana debat yang kondusif di sekolah. Guru biasanya menciptakan sebuah studi kasus dan membagi pro dan kontra untuk masing-masing kelompok. Kedua kelompok ini akan menyampaikan argumen dan mempertahankan pemikirannya melalui jawaban-jawaban yang teoritis. 

Masih banyak sekolah konvensional di Indonesia yang masih belum dapat menerapkan metode debat di sekolah. Banyak yang beranggapan bahwa dengan adanya debat, akan menciptakan permusuhan di antara siswa. Selain itu, kekurangan debat adalah metode ini tidak dapat digunakan untuk seluruh mata pelajaran di sekolah, hanya dikhususkan untuk mata pelajaran yang membutuhkan penalaran seperti Kewarganegaraan atau PKN dan materi penalaran lainnya.

Artikel Terkait  Model Ulangan Harian Kreatif "Boleh Pakai Otak atau Otot"

Dibalik kekurangan yang telah disinggung diatas, ada banyak keuntungan jika menerapkan metode debat di sekolah, antara lain: 
1.    Melatih siswa untuk berani dan percaya diri berkomunikasi di depan banyak orang;
2.    Melatih siswa untuk berpikir kritis, cepat, dan tepat di tengah waktu yang telah ditentukan;
3.    Melatih siswa untuk bekerjasama di dalam sebuah tim;
4.    Melatih siswa untuk berpikir mengkaji sebuah masalah yang disampaikan secara kritis dan teoritis, bukan hanya sekedar hafalan;
5.    Melatih siswa untuk mendengarkan pendapat orang lain dan tidak memaksakan pendapatnya;
6.    Membuat siswa menjadi tidak bosan dengan sistem pembelajaran yang monoton di ruang kelas;
7.    Membentuk siswa untuk bisa menjadi pemimpin yang berani berbicara nantinya.

Menciptakan metode diskusi dan tukar argumentasi melalui debat di kelas tidak lah sulit. Misalnya dalam mempersiapkan debat antara dua kelompok seperti di bawah ini:
1.    Guru membagi kelompok di antara siswa dan menentukan masing-masing anggota kelompok
2.    Guru menentukan topik dan tema besar yang ingin dibahas
3.    Masing-masing kelompok dibekali oleh guru sebuah artikel singkat mengenai topik permasalahan yang ingin didebatkan
4.    Guru menjelaskan batas waktu yang dilakukan selama debat
5.    Guru menjadi moderator yang membuka jalannya proses debat
6.    Debat berlangsung sesuai waktu yang sudah ditentukan
7.    Guru mencatat dari apa yang disampaikan masing-masing kelompok
8.    Jika waktu debat habis, masing-masing kelompok menyampaikan kesimpulan debat
9.    Guru menarik kesimpulan mengenai debat di antara dua kelompok tersebut

Dengan acuan beberapa langkah-langkah di atas, diharapkan metode pembelajaran debat dapat diaplikasikan dengan baik di setiap sekolah-sekolah dan menciptakan suasana debat yang kooperatif dan kondusif.
 

Artikel Terkait  Model Ulangan Harian Kreatif "Boleh Pakai Otak atau Otot"

Tags: Guru Kreatif metode pembelajaran metode pembelajaran debat

author
Penulis: 

Posting Terkait "Metode Pembelajaran Debat"

Model Ulangan Harian Kreatif “Boleh Pakai Otak atau Otot”
Gurukreatif.com- Ulangan kreatif merupakan salah satu cara

Tinggalkan pesan "Metode Pembelajaran Debat"