Alat penilaian dan bahan ajar untuk guruBahasa Indonesia

Analisis Butir Soal

Setelah ulangan selesai, guru biasanya harus menghitung tingkat kesukaran dan daya pembeda tiap butir. Alat ini mengerjakannya langsung di browser: isi nilai, hasil per butir muncul, bisa dicetak atau disalin ke Excel.

Cara Pakai

  1. Pilih jenis soalnya: Benar/Salah untuk pilihan ganda, atau Esai untuk uraian berskor.
  2. Untuk esai, isi skor maksimum tiap butir sesuai rubrik — misalnya 5. Angka ini dipakai menghitung p dan D, jadi hasilnya tidak lagi mengira-ngira dari nilai tertinggi yang kebetulan muncul.
  3. Isi nilai siswa: klik kotak untuk benar/salah, atau tulis skornya pada mode esai.
  4. Klik Hitung hasil, lalu cetak atau salin ke Excel.

Belum punya data? Klik Isi contoh untuk melihat kedua mode bekerja.

1Pilih jenis soal

2Isi nilai siswa

Klik kotak bila siswa menjawab benar; tanda centang muncul. Klik lagi untuk membatalkan.

Kotak kosong berarti jawaban salah.

Cara Membaca Hasilnya

Angka p menunjukkan tingkat kesukaran: makin kecil, makin sukar. Angka D menunjukkan daya pembeda. Butir yang baik punya p sedang dan D tinggi.

Kalau sebuah butir punya D rendah, jangan langsung dibuang. Sering penyebabnya kalimat soal yang ambigu, bukan tingkat kesulitannya.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah data siswa dikirim ke server?

Tidak. Semua perhitungan terjadi di browser. Tidak ada data yang dikirim atau disimpan.

Bisa untuk soal esai?

Bisa. Pilih mode Esai, tentukan skor maksimum per butir, lalu tulis skor tiap siswa. Rumusnya sama: p = rata-rata skor dibagi skor maksimum.

Berapa siswa minimal?

Empat siswa, karena perlu dibentuk kelompok atas dan bawah. Satu kelas penuh memberi hasil lebih stabil.

Penjelasan rumus dan cara membaca hasilnya ada di artikel daya pembeda dan tingkat kesukaran soal, lengkap dengan contoh satu kelas.