Berbagai Tips Belajar Daring yang Bisa Diterapkan

rangkuman

Belum meredanya penyebaran pandemi COVID-19 di Indonesia mengharuskan pembelajaran masih harus dilakukan dalam jarak jauh. Untuk menyikapi hal ini, Mendikbud tidak tinggal diam. Ia berusaha menjalin kerja sama dengan banyak pihak untuk fokus mengembangkan sistem pendidikan daring demi menunjang kelancaran proses pembelajaran.

Karena pembelajaran sebelumnya selalu bertatap muka, maka penerapan pembelajaran daring tentunya menuntut kesiapan berbagai pihak terkait. Mau tidak mau, baik guru, siswa, maupun penyelenggara pendidikan harus lebih akrab dengan teknologi supaya pembelajaran semakin lancar.

Banyak yang memandang remote learning ini kurang efektif, baik dari segi penyampaian materi, dan lainnya. Lalu bagaimana mengatasinya? Berikut beberapa tips belajar daring yang dapat Anda ikuti.

Tips Belajar Daring yang Bisa Diterapkan

person writing on notebook
Photo by Julia M Cameron on Pexels.com

1. Manajemen Waktu dengan Baik

Tips pertama berkaitan dengan waktu. Berbeda dengan di sekolah atau kampus dengan waktu yang lebih terjadwal, waktu pembelajaran daring memang lebih fleksibel.

Oleh karena itu, manajemen waktu menjadi hal yang harus dilakukan, baik itu untuk pelajar atau pendidik. Manajemen waktu ini akan lebih mudah kalau sekolah atau universitas memberikan jadwal belajar. 

2. Menyiapkan Teknologi yang Diperlukan

Baik guru, dosen, siswa, maupun mahasiswa perlu mengetahui peralatan apa saja untuk menunjang kelancaran proses pembelajaran jarak jauh. Akan lebih baik kalau kampus atau sekolah juga memberikan layanan belajar daring yang memadai.

Hal itu sebenarnya tidak sulit, karena saat ini sudah terdapat banyak platform belajar daring, seperti Google Classroom. Jangan lupa siapkan hardware-nya, seperti komputer, tablet, smartphone, hingga koneksi internet yang lancar. 

Artikel Terkait  Tips Menjadi Guru untuk Pemula Agar Tidak Demam Panggung

3. Melaksanakan Proses Pembelajaran dengan Serius

Meski dilakukan dari jarak jauh, pembelajaran daring tetaplah membutuhkan fokus semua pihak yang menjalankannya. Selama pembelajaran, usahakan hindari beberapa hal yang bisa mendistraksi, seperti mengakses media sosial atau menonton video yang tidak relevan. Kalau memungkinkan, siapkan ruang khusus untuk belajar supaya terhindar dari gangguan anggota keluarga yang lain. 

Untuk guru, bisa membagi kelasnya menjadi kelompok belajar kecil supaya waktu belajar lebih efektif. Guru juga bisa mengambil kesepakatan dengan siswa untuk mengerjakan tugas kelompok atau menciptakan tantangan yang memerlukan kolaborasi. Penting juga bagi guru untuk tetap memastikan bahwa semua murid sudah memahami subjek yang diajarkan.

Di lapangan, mungkin tidak semua siswa bisa dengan cepat memahami semua pelajaran yang diajarkan. Oleh karena itu, penyelenggara pendidikan bisa lebih menguatkan pada subjek pelajaran yang mendukung siswa bisa sukses di berbagai pelajaran, misalnya bahasa dan matematika. 

4. Menjaga Komunikasi Baik dengan Rekan Pengajar Lain

Kalau belum terbiasa menjalankan remote learning, tentu akan dirasa sulit. Namun kondisi saat ini mengharuskan Anda bisa segera menyesuaikan dengan pembelajaran daring. Untuk mengatasi itu, Anda bisa terus berkomunikasi dengan sesama rekan pengajar. Kalau ada guru yang menurut Anda cara mengajarnya bagus, Anda bisa mengadopsinya ke kelas Anda.

Jika diperlukan, bisa juga dibuat grup khusus yang berfungsi untuk membahas berbagai tugas yang dibebankan kepada pengajar. Walau tidak berlangsung secara tatap muka, komunikasi harus tetap terjalin dengan baik, bukan? Hitung-hitung sekalian untuk mengasah keterampilan komunikasi jarak jauh Anda.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah pendampingan dan perhatian dari orang tua selama pembelajaran. Tidak seperti pembelajaran di sekolah yang dikontrol sepenuhnya oleh guru, pembelajaran daring sangat memerlukan pengawasan dari orang tua. Bagaimanapun seorang anak tetaplah anak-anak, kalau tidak diawasi, bisa-bisa pembelajaran mereka justru terdistraksi sama sekali.

Tinggalkan komentar